Berbangga-bangga itu at-takatsur, ini diharamkan dalam Islam.
Diantara perangai jahiliyyah adalah sombong Berbangga-bangga diri. Walau pun berbangga diri dengan kebenaran.
Berbangga diri yang diharamkan bukan hanya dalam kesesatan/kebatilan.
Kalau berbangga-bangga dengan kebatilan itu seperti sudah jatuh ketimpa tangga.
Berbangga diri diatas kebenaran mengapa juga dilarang? Karena hakikatnya menisbatkan nikmat kepada selain Allah.
Ketika dia membanggakan sesuatu dia tidak menyebut nikmat tersebut dari Allah hakikatnya dia telah menyandarkan nikmat kepada selain Allah yang sebenarnya nikmat itu dari Allah.
Ini merupakan perangai jahiliyyah, mereka membanggakan apa yang mereka miliki, lupa bahwa Allah Subhanahu Wata'ala lah yang memberinya nikmat.
Karena berbangga dengan amal perbuatan, atau harta, atau apa saja yang kita miliki akan mengantarkan kita kepada ujub dengan diri sendiri dan meremehkan orang lain.
Kalau kita sudah membanggakan diri nanti orang lain akan kita rendahkan.
Apa pun yang kita kerjakan kita ini manusia yang lemah manusia yang kurang. Kita bisa berhasil karena Allah Subhanahu Wata'ala, tidak ada yang istimewa dari diri kita.
Yang diperintahkan didalam islam adalah tawadhu' (rendah hati).
Kalau kita melihat diri kita ini selalu kurang bukan lebih yang pertama faedahnya nanti kita akan bisa belajar tawadhu'.
Orang tidak akan bisa tawadhu' kalau dia sudah melihat dirinya sudah serba cukup. Hartanya sudah cukup, ilmunya sudah cukup, dia tidak akan mau tawadhu'.
Tapi kalau dia lihat dirinya serba kurang, sudah hafal Alquran 30 juz tapi dia merasa dirinya belum mutqin. Dia sudah paham bahasa arab tapi dia merasa banyak hal-hal yang masih belum dia pahami. Jadi kalau dia merasa kurang akan membawa dia kepada rasa tawadhu'.
Yang kedua, akan terus menambah kebaikan.
Kata Syaikh Muhammad Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullahu:
"Merasa bangga tidak pantas ada pada diri seorang muslim. Apa pun bertuk berbangga-bangga itu bentuk perangai jahiliyah."
Tutup celah itu kenapa? nanti kita bisa menjadi sombong. Kita ini tidak ada apa-apanya, kita ini keciil, kita ini makhluk lemah.
Kata nabi :
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ...
“Aku ini pemimpin seluruh anak Adam..", (kemudian beliau melanjutkan), "وَلاَ فَخْرَ" tapi bukan sombong, tidak untuk membangga-banggakan diri.” – untuk menjelaskan realita saja.
Apa pun yang kita miliki tidak boleh kita membangga-banggakan diri. Islam itu memerintahkan kita untuk tawadhu', kemudian menyandarkan nikmat kepada Allah Subhanahu Wata'ala. (Syarah Masail Jahiliyyah no. 92)
faedahkajian Ust. Abu Saliim Dede Nuriman hafizhahullah
✍️ Hendra Ibnul Bahrayni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar