بسم الله الرحمن الرحيم
🔰 BAHAYA HASAD
#TranskripKultumTarawih di sampaikan oleh Ustadz Abudurrahman Thoyyib, Lc hafizhahullah | 12 Ramadhan 1443 h - 13 Apr 2022
Bulan suci Ramadhan adalah salah satu momentum yang terbaik untuk kita mensucikan jiwa dan hati kita dari segala bentuk kotoran dan penyakitnya. Karena apalah artinya bulan yang suci tempat yang suci waktu yang suci kalau kita tidak mensucikan jiwa dan hati kita.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
"Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh rugi orang-orang yang mengotori jiwanya." (QS. Asy-Syams : 9-10)
Diantara sekian banyak kotoran dan penyakit jiwa serta hati adalah penyakit HASAD, IRI, dan DENGKI.
Penyakit hasad iri dan dengki penyakit yang sangat berbahaya dan menimpa banyak manusia. Bahkan Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
ما خلا جسد من حسد، لَكِنَّ اللَّئِيم يبديه والكريم يخفيه،
"Tidak ada badan manusia yang terlepas dari penyakit hasad iri dan dengki, orang yang jahat pasti akan menampakkan rasa hasadnya (entah lewat ucapan atau perbuatannya) namun orang yang baik akan memerangi, memendamnya atau menjauhkan diri darinya."
Dan Imam adz-Dzahabi rahimahullah juga berkata : "Manusia hampir semuanya terkena penyakit hasad iri dan dengki kecuali para nabi dan rasul. Penyakit hasad iri dan dengki bukan hanya menimpa para pedagang di pasar atau orang-orang yang memiliki usaha urusan dunia, bahkan orang-orang yang menisbatkan diri kepada ilmu agama penuntut ilmu agama para da'i para ustadz." Oleh karena itulah para ulama menulis dalam adab-adab penuntut ilmu diantaranya agar penuntut ilmu menjauhkan diri dari penyakit hasad iri dan dengki, karena penyakit ini penyakit yang sangat berbahaya.
🔴 Yang pertama, kenapa penyakit ini penyakit yang berbahaya? Karena ini penyakitnya iblis laknatullahi 'alaihi.
الحاسد شبيه بإبليس
Al hāsid syabīhun bi-iblīs
"Orang yang hasad iri dan dengki itu mirip dengan iblis."
Dalam ungkapan lain beliau mengatakan :
الحاسد من جند إبليس
Al hāsid min junudi iblis
"Orang yang hasad itu tentaranya iblis."
Kenapa demikian? Karena iblis ketika diperintahkan oleh Allah sujud kepada Adam 'Alaihissalam namun dia menolak dan enggan.
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
"Ingatlah ketika kami -kata Allah- berkata kepada para malaikat sujudlah kepada Adam, semua mereka sujud kecuali iblis, dia enggan (sombong) dan dia (iblis) termasuk orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah : 34)
Kesombongan iblis, tidak maunya iblis sujud kepada adam karena dia iri dan dengki dengan kedudukan Nabi Adam 'Alaihissalam. Kenapa kok Nabi Adam yang dimuliakan?
Iblis mengatakan :
أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ
"Ya Allah aku lebih baik dari Adam, aku Engkau ciptakan dari api sedangkang dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS. Al-araf : 12)
Iblis iri dengan Nabi Adam 'Alaihissalam dan dia pun tidak mau sujud kepada Nabi Adam. Inilah penyakit iblis, inilah akhlak iblis hasad iri dan dengki.
🔴 Kemudian yang kedua, diantara yang menunjukkan bahayanya penyakit hasad iri dan dengki kata para ulama adalah penyakitnya ahlul kitab terutama orang Yahudi.
Allah ketika mensifati orang Yahudi
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًاۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ
"Sungguh orang-orang ahli kitab sangat berantusias agar kalian kaum muslimin murtad dari agama kalian karena hasad iri dan dengki yang ada pada diri mereka." (QS. Al-Baqarah : 109)
Inilah penyakitnya ahlul kitab orang yahudi yang Allah Subhanahu Wata'ala katakan
غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ
"Orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu Wata'ala." (QS. Al-Fatihah : 7)
Dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengatakan :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum dia termasuk kaum tersebut." (HR. Abu Dawud, Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma, hasan)
🔴 Kemudian yang ketiga, diantara yang menunjukkan bahayanya orang yang hasad : dia -sebetulnya telah- memprotes takdir Allah.
Dia tidak ridho dengan pembagian dari Allah, dia tidak ridho dengan takdir Allah Subhanahu Wata'ala.
Oleh karena itulah seorang penyair arab mengatakan :
ألا قل لمن كان لي حاسدا ... أتدري على من أسأت الأدب
أسأت الأدب على الله في فعله ... لأنك لم ترض لي ما وهب
alā qul li man kāna lī hāsidā ... atadrī 'alā man as-'tal adab ...
as-'tal adaba 'alallāhi fī fi'lihi ... li annaka lam tardha lī wahhab ...
"ketahuilah, katakanlah kepada orang yang hasad kepadaku? tahukah dirimu kepada siapa engkau kurang ajar? Kepada siapa engkau kurang adab? Engkau kurang ajar kepada Allah, karena engkau tidak ridho dengan apa yang telah Allah berikan kepadaku."
Semuanya sudah Allah bagi dari urusan kedudukan, ilmu, dari urusan harta dan sebagainya, kalau seseorang itu tidak ridho dengan pemberian Allah (hasad) maka dia -sesungguhnya- protes kepada Allah Subhanahu Wata'ala, na'udzubillahi min dzalik.
🔴 Kemudian yang keempat, diantara yang menunjukkan bahayanya penyakit hasad iri dan dengki kata para ulama, Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan kepada kita untuk berlindung kepadaNya dari orang-orang yang hasad. Bahkan Allah mensejajarkannya dengan bahayanya penyakit sihir atau bahayanya sihir.
Seperti yang Allah Subhanahu Wata'ala firmankan dalam Al-Qur'an :
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
"Katakanlah (Wahai Nabi Muhammad) aku berlindung kepada Allah dari kejahatan tukang-tukang sihir dan juga dari kejahatan kejelekan orang yang hasad ketika hasad." (QS. Al-Falaq : 4-5)
Allah memerintahkan kita untuk berlindung kepadanya dari bahayanya penyakit hasad dan dari orang yang hasad. Ini menunjukkan bagaimana penyakit hasad sangat berbahaya. Bahkan kata para ulama bisa membunuh tanpa senjata tajam. Oleh karena itulah, harus kita banyak berlindung kepada Allah dari kejahatan orang-orang yang hasad.
🔴 Kemudian yang kelima, dan ini yang terakhir. yang perlu kita sampaikan, diantara yang menunjukkan bahayanya penyakit hasad iri dan dengki. Penyakit hasad mengantarkan kepada bānyak kejahatan, kemaksiatan, kezholiman.
Kita ingat kisah Nabi Yusuf 'Alaihissalam, bagaimana beliau dimasukkan ke dalam sumur dengan dengan tujuan untuk membunuh beliau. Siapa yang melakukannya? ialah saudara-saudara kandung beliau sendiri. Kenapa? Karena mereka hasad kepada Nabi Yusuf 'Alaihissalam, karena Nabi Yusuf lebih dicintai oleh ayah mereka.
🔴 Demikian pula Allah mengkisahkan pembunuhan pertama diatas muka bumi ini, apa sebabnya? Penyakit hasad iri dan dengki. Yaitu kisah dua anak Nabi Adam Alaihissalam.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an,
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ
"Bacakan (Wahai Nabi Muhammad) kepada manusia tentang kisah dua anak Nabi Adam 'Alaihissalam, yang keduanya berqurban kepada Allah, yang satu diterima qurbannya yang lainnya tidak diterima qurbannya, yang tidak diterima qurbannya mengatakan kepada saudaranya aku akan membunuhmu." (QS. Al-Ma’idah : 27)
Dan betul dia membunuh saudaranya, ini pembunuhan pertama diatas muka bumi ini, dan kata para ulama semua dosa pembunuhan mengalir kepada satu anak Adam ini, Na'udzubillahi min dzalik.
Kenapa demikian? Karena dia yang men-sunnahkan pembunuhan penumpahan darah, apa sebabnya? Hasad iri dan dengki kepada saudaranya.
Maka sungguh kejam sungguh jahat orang-orang yang hasad iri dan dengki dan dia pasti menggunakan segala cara untuk menumpahkan darah, menjatuhkan kehormatan, menuduh dengan tuduhan-tuduhan dusta dan seterusnya. Oleh karena itulah momentum bulan suci Ramadhan untuk kita jadikan mensucikan jiwa kita diantaranya dari penyakit hasad dan kita senantiasa mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan makar-makar orang yang hasad iri dan dengki. Kurang lebihnya mohon maaf wa jazākumullahu khayran wa bārakallāhu fīkum wassalāmu 'alaikum warohmatullāhi wabārakātuh.
__________________________
Email : ibnbahrayni@gmail.com - WhatsApp : 081250217770
Twitter Instagram Telegram : @ibnulbahrayni
Jika terdapat kesalahan dalam tulisan kami mohon sampaikan melalui kontak kami di atas, atas perhatian jazaakumullahu khayran.
Wallahu A'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar