Rabu, 25 Desember 2019

Janganlah mendahului guru

ADAB PENUNTUT ILMU TERHADAP GURU.
(Merujuk pada kitab Syarah hilyah tholibil ilmi)
---------------------------------------------------
JANGANLAH MENDAHULUI GURU DALAM BERBICARA ATAU KETIKA SEDANG BERJALAN.

- Janganlah memotong pembicaraan guru atau janganlah mendahului pembicaraan guru.

- kadang-kadang syaikh mendapati ada sebagian murid-murid yang menjawab sebelum syaikh menjawab (ketika misalnya ada yang bertanya, belum dijawab oleh syaikh/gurunya dia yang menjawab)
- Tidak boleh seperti itu walau pun kita tau jawabannya.
- kalau ada yang bertanya kepada syaikh/guru, maka gurulah yang menjawabnya.
- kecuali jika mungkin di persilahkan oleh guru kita.

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan,
"Terkadang saya marah, maukah engkau kalau saya yang mundur engkau saja yang mengajar?
- Syaikh sampai bicara seperti itu, ini menandakan seseorang tidak beradab. Orang bertanya kepada syaikh, tetapi dia yang jawab.

- Maka tidak boleh (kata syaikh) seorang murid mendahului syaikhnya dalam berbicara atau berjalan.

Termasuk adab buruk, yaitu diantaranya kata syaikh:
- apabila syaikh berjalan untuk keluar dari masjid dan ketika itu alas kakinya penuntut ilmu (sepatu/sandal) nya berada di sebelah kanan dari alas kaki syaikh (berada di samping sandal atau sepatu syaikh) tiba-tiba dia (penuntut ilmu) mendahului syaikh/gurunya untuk mengambil alas kakinya
- ini termasuk mendahului guru dalam berjalan.

- jadi perhatikan, (kita kalau keluar masjid) yang mana sendal atau sepatu guru kita jangan sampai kemudian ketika guru kita ingin keluar (dia hendak memakai sendalnya) kita tiba-tiba memotongnya, (mendahului guru).

Kata ustadz,
- Apalagi sampai kita memakai sandal guru, (daan bepadah) itu sudah ayap. (keterlaluan, zholim)

Termasuk Adab tidak baik:
- Banyak berbicara di depan guru.

Akan tetapi kata Syaikh Ibnu Utsaimin,
Majelis itu berbeda-beda.
- apabila di majelis ilmu maka hendaklah engkau tidak banyak berbicara di depan guru.

- akan tetapi di majelis-majelis biasa maka tidak apa-apa engkau banyak berbicara, tujuannya supaya suasananya hidup. Begitu pula untuk menghibur para hadirin itu tidak mengapa.

Selanjutnya, janganlah memotong pembicaraan guru atau nimbrung.

Dalam pelajaran yang di sampaikan guru, dia memotong apa yang sedang dijelaskan guru, ini juga tidak boleh.

Biasa jika guru sedang menyampaikan ilmu di majelis, ada orang yang bicara dengan teman di sampingnya, bicara bigini dan begitu untuk mengabarkan sesuatu kepada teman yang di sampingnya ini juga termasuk adab yang tidak baik.

- Janganlah ngobrol ketika guru sedang menyampaikankan ilmu.

# Janganlah memaksa guru untuk menjawab pertanyaan.

Misalnya dia bertanya kepada guru, kata gurunya: "tunggu dulu" dia datang lagi bertanya, kata gurunya: "tunggu dulu", jika ustadz tidak jawab dia mengatakan, "ustadz, tidak bisakah menjawabnya?" Atau "Susahkah ustadz pertanyaan saya?"

- kalau tidak bisa di jawab oleh gurunya, sudah tanya saja guru yang lain.
- Mungkin gurunya lagi sibuk, apalagi kalau bertanya lewat hp.
- kadang-kadang ada yang tengah malam miscall  (di angkat sama gurunya) ternyata dia hanya bertanya.

- Alangkah baik murid bertanya langsung kepada guru dalam waktu-waktu yang tidak merepotkan guru.

- Kalau tidak di jawab, sabar... si penanya harus sabar terhadap guru.
Mungkin ketika itu gurunya sedang dalam keadaan tidak sehat, atau berhati-hati karena tidak sembarangan untuk menjawab pertanyaan yang kita ajukan tersebut.

- Jauhilah banyak bertanya dalam hal-hal yang tidak penting.

- Terkadang, (kata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah) Sebagian orang itu suka bertanya, (bertanya terus) terkadang pertanyaannya tidak pada tempatnya, bukan dalam termasuk pertanyaan sesuai dengan tema yang di bahas dalam pelajaran tersebut. Maka ini tidak boleh, terlebih lagi ketika di saksikan oleh banyak orang. - Maka ini adalah suatu yang buruk menyebabkan engkau menjadi orang yang congkak, dan menyebabkan gurumu bosan, (maksudnya enggan untuk mengajar) -kalau seperti itu-

Kata ustadz,
"Karena banyak bertanya itu kebiasaannya orang Yahudi, banyak bertanya bukan untuk di amalkan."

_____________
Muraja'ah: Ustadz Arwi Fauzi Asri -hafizhahullah-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar